Langsung ke konten utama

Postingan

Ketigabelas

#Prompt145 Ketigabelas
Malam ini wajah pucatnya berbeda dari biasanya. Ada satu garis keresahan yang dapat aku rasakan. Ia berdiri di depan pintu kamar. Matanya menyapu semua ruangan, menatap satu persatu wajah anak-anak yang sedang bercengkrama. Semuanya perempuan dengan jarak usia yang berdekatan. 
Hampir dua puluh tahun pernikahan, ia lalui tanpa seorang anak. Kemudian setelah anak pertama lahir, kehamilan pun mudah didapat. Ia tak pernah marah dengan tingkah mereka. Seribut apa dan seberantakan apa pun rumahnya. Anak-anak yang selalu ceria. Dapat menerima keadaan apa adanya. Keceriaan yang selalu membuatnya bahagia. 
Tapi malam ini tawa anak-anak itu tak lagi mampu menghiburnya. Langit seakan bergelayut di setiap helai rambutnya.
"Ibu, baik-baik aja, Bu?" Tanya Si Sulung yang sedang mengajarkan adik bungsunya membaca.
"Ya, Ibu baik-baik saja." Jawabnya sambil tersenyum. Tapi aku tahu ada kebohongan di balik kalimatnya.
Sulung kembali meneruskan bacaan dan ia k…
Postingan terbaru

Mengatasi Anyang-anyangan Dengan Uricran

Pekerjaan ibu rumah tangga itu memang selalu padat merayap. Satu hampir selesai, kemudian muncul pekerjaan yang lainnya. Kalau sudah sibuk, saya sering terlalu fokus pada pekerjaan yang ada. Kadang membuat saya terlena dan lupa akan kondisi badan sendiri. Apalagi untuk ke kamar mandi. Kadangkala, karena pekerjaan yang terus berdatangan membuat saya menunda keinginan untuk buang air kecil. Kecuali kalau sudah kebelet banget, maka saya akan segera berlari ke kamar mandi.

Tapi ketika dikeluarkan ternyata malah terasa nyeri. Dan urine yang keluar pun sedikit-sedikit. Bukan itu saja, karena setelah itu saya malah jadi sering ingin buang air kecil, meskipun yang keluar hanya sedikit dan terasa nyeri. Pokoknya terasa ngga nyaman banget. Karena penasireun, akhirnya saya tanya sana-sini dan gugling. Kesimpulan akhir, ternyata saya kena anyang-anyangan, Pemirsah!
Berikut ini adalah gejala anyang-anyangan yang sering terjadi: 1. Hasrat Ingin Vivis yang berlebihan, tapi ketika dikeluarkan malah …

SIAPA DIA?

#Prompt144 Siapa Dia?

Matanya begitu dingin menatapku. "Kau tidak tahu siapa aku ya?"
Dahiku berkerut, mataku memicing sambil terus mengamatinya. 
"Ed, ini aku Angelic. Ah, pasti perban di kepalamu itu yang membuatmu lupa." Wanita berambut cokelat itu merengut.
"Masih pusing? Sebaiknya jangan terlalu dirasakan. Sebentar juga hilang. Itu kan cuma luka kecil. Cepatlah, Ed. Perjalanan kita masih panjang."
Angelic menarik tanganku, memaksa untuk bangun tetapi aku hanya sanggup duduk di ranjang. 
"Kita..., mau ke mana?" 
"Kita kan mau ke Portland, dataran Oregon. Aku akan menanam bunga tulip di perkebunan di belakang rumah yang telah kau bangun untukku di sana. Ayolah, Ed. Kita harus cepat, aku sudah tidak sabar lagi."
Aku terdiam. Kepalaku semakin pening dan tidak mengerti dengan apa yang wanita ini katakan. 
"Ed..., kau baik-baik saja?" "A-aku...."
"Jangan bilang kau akan membatalkan semua janjimu itu padaku, Ed. …

Review Book : The Perfect Muslimah

Judul Buku:  The Perfect Muslimah Penulis: Ahmad Rifa’i Rif’an Penerbit : Quanta Tahun cetak : 2015 (Cetakan ke 9) Tebal Halaman : 291
“The Perfect Muslimah. Indah akhlaknya, teduh parasnya, brilian otaknya, mantap ilmu agamanya, luas pergaulannya, dahsyat prestasinya, hebat kontribusinya. Auratnya terjaga, pergaulannya terjaga, prilakunya terjaga. Matanya berkeliau oleh air mata takwa, bibirnya basah dengan untaian petuah, rambutnya tertutup oleh juluran jilbabnya. Bicaranya dakwah, pendengarannya tilawah, geraknya jihad fi sabilillah. Hatinya penuh zikir, otaknya penuh pikir, dipercantik oleh terjaganya lahir. The Perfect Muslimah. kaulah gemintang yang menghias langit yang pekat. Kaulah rembulan yang cahayanya teduh tak memanaskan. Kaulah bidadari bumi yang kelak jadi bidadari yang tercantik di surga.” (sampul belakang)
Menjadi muslimah yang sempurna tentu harapan semua muslimah. Cantik lahirnya, cerdas, akhlak baik dan luas pergaulan, berprestasi dan cantik juga rohani. Ah pre…